Pemuda adalah penyambung kesucian hati seorang bayi dan kelembutan kasih sayang seorang ibu. Pemuda adalah satu-satunya tenaga yang tersedia ketika buruh dan tani belum seluruhnya menemukan kawan. Dan pemuda merupakan satu-satunya tenaga yang tersedia di tengah keadaan sosiologis yang ditentukan pemimpin-pemimipin hipokrit dan kelompok-kelompok politik oportunis serta situasi filosofis yang subur dengan agama dan ideologi ketidaksadaran, budaya dan pengetahuan pembodohan.
Hal inilah yang menginspirasi para mahasiswa dan fans club musik di Kediri untuk mengadakan aksi solidaritas untuk korban Merapi. Adanya musibah yang melanda beberapa kawasan di Indonesia menjadi penyulut berkobarnya spirit kepemudaan para mahasiswa dan komunitas fans club musik di Kediri. Dipelopori oleh beberapa individu dari 2 elemen kepemudaan yang berbeda (Biro Mahasiswa FPPI Kediri dan BOOMERS Kediri), akhirnya gagasan untuk mengadakan aksi solidaritas pun muncul. Gagasan ini kemudian dikonsolidasikan ke beberapa BEM di Kediri (DEMA STAIN Kediri, BEM IAIT Tribakti, BEM Universitas Kadiri, dan BEM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Kediri), dan juga beberapa fans club musik (J-ROCK STAR Kediri dan KERABAT KOTAK Kediri). Pada hari Minggu (7 November 2010), komunitas musik ini juga melakukan aksi penggalangan dana di pasar dan perempatan jalan dan berhasil mengumpulkan bantuan senilai Rp 1.500.000-an.
Aksi solidaritas peduli Merapi yang dilakukan oleh BOOMERS Kediri, Biro Mahasiswa FPPI Kediri, dan beberapa komunitas musik ini dimulai pada hari Selasa (9 November 2010) sampai hari Rabu (10 November 2010). Pada hari pertama, kawan-kawan melakukan aksi penggalangan dana di kampus STAIN Kediri. Selain aksi penggalangan dana yang diadakan oleh kawan-kawan, juga terdapat acara istighosah untuk korban Merapi yang diadakan oleh DEMA STAIN Kediri. Di hari pertama ini, kawan-kawan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 1.152.700.
Pada hari kedua, bertepatan dengan Hari Pahlawan, kawan-kawan memulai start di kampus IAIT Tribakti Kediri. Dengan dibantu oleh BEM IAIT Tribakti, kawan-kawan berhasil mengumpulkan bantuan senilai Rp 333.300. Setelah dari kampus IAIT Tribakti, kawan-kawan melanjutkan ke kampus Universitas Kadiri (UNIK). Sebenarnya di kampus ini sudah beberapa kali diadakan aksi penggalangan dana, baik dari pihak BEM maupun komunitas lain. Di UNIK, kawan-kawan berhasil mengumpulkan bantuan senilai Rp 107.000. Kemudian berlanjut ke Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Kediri (STITM Kediri) yang menjadi kampus terakhir untuk aksi penggalangan dana kali ini. Di STITM, kawan-kawan berhasil mengumpulkan dana bantuan sebesar Rp 160.000.
Setelah melakukan aksi, kawan-kawan mengadakan refleksi sejenak di Taman Makam Pahlawan Kota Kediri untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan republik ini. Dana yang berhasil dikumpulkan oleh kawan-kawan sejumlah Rp 1.753.000 disalurkan lewat INSIST Yogyakarta. Semangat solidaritas dan kepemudaan yang ditunjukkan oleh kawan-kawan sangat bernilai demi membantu para korban bencana di Yogyakarta. Kawan-kawan BOOMERS Kediri mengucapkan banyak terima kasih kepada Biro Mahasiswa FPPI Kediri, J-ROCK STAR Kediri, KERABAT KOTAK Kediri, DEMA STAIN Kediri, BEM IAIT Tribakti Kediri, dan BEM Universitas Kadiri, yang telah mengucurkan bantuan (baik tenaga maupun materi) kepada saudara-saudara korban bencana di Yogyakarta.
1 komentar:
hidup rakyat
NaDemKra..................
salud................
Posting Komentar
Berkomentarlah secara dewasa dan bijaksana.
Tidak mengandung unsur SARA dan jangan bernada provokasi.
Salam Boomers